Senin, 28 Desember 2015

Sekolah Inklusi SD, CIRACAS SERANG BANTEN



A.    Hasil Observasi
SD peradaban mengatasi anak yang mengalami kesulitan belajar, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan belajar dikarenakan adanya masalah dari rumah yang dibawa ke sekolah sehingga anak malas untuk belajar disekolah. Dalam masalah tersebut guru di SD peradaban memiliki siasat untuk mengatasi badmood nya siswa agar siswa dapat mengikuti pelajaran seperti biasanya dengan menyenangkan, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa, dengan cara pendekatan agar si anak dapat menceritakan masalah apa yang dialami sehingga si anak merasa nyaman. Setiap pagi disekolah mengadakan kegiatan yang disebut “morning activity” guna untuk menggali perasaan atau masalah yang dialami oleh anak.
Proses belajar dikelas hampir sama seperti anak-anak lainnya, tetapi yang membedakan sebelum melakukan proses belajar disekolah ini melakukan kegiatan seperti shalat dhuha dan morning activity. Dalam pemberian soal dikelas materinya sama namun tingkat kesulitan berbeda-beda sesuai dengan kemampuan si anak. Pada umumnya sekolah reguler yang lebih ditonjolkan yaitu akademiknya, sedangkan di sekolah ini lebih mengutamakan sosial emosi, jadi akademik dan nonakademik juga di terapkan.
Dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak yang memiliki kebutuhan khusus, guru memberikan motivasi berupa ucapan dan membimbing agar si anak merasa tidak dibedakan.
Kurikulum yang digunakan di sekolah SD peradaban yaitu menggunakan kurikulum KTSP, kompetensi dasar sekolah Regular sudah ada panduannya, sedangkan inklusi mengambil beberapa KD ”Kompetensi Dasar”  dan indikator diperbanyak sesuai kemampuan. Kurikulumnya sama tetapi disesuaikan kemampuan siswa.
Jadi proses pembelajaran tidak hanya di dalam kelas tetapi lebih diluar kelas seperti mengamati lansung.
Kriteria yang harus dimiliki guru yaitu ikhlas, sabar, berwawasan luas, berprofesional, ramah.Lamanya masa belajar di SD Peradaban sama saja dengan sekolah Reguler lainnya.