A. Hasil Observasi
SD peradaban mengatasi anak yang
mengalami kesulitan belajar, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan
belajar dikarenakan adanya masalah dari rumah yang dibawa ke sekolah sehingga
anak malas untuk belajar disekolah. Dalam masalah tersebut guru di SD peradaban
memiliki siasat untuk mengatasi badmood nya siswa agar siswa dapat mengikuti
pelajaran seperti biasanya dengan menyenangkan, dan menumbuhkan motivasi
belajar siswa, dengan cara pendekatan agar si anak dapat menceritakan masalah
apa yang dialami sehingga si anak merasa nyaman. Setiap pagi disekolah mengadakan
kegiatan yang disebut “morning activity” guna untuk menggali perasaan atau
masalah yang dialami oleh anak.
Proses belajar dikelas hampir sama
seperti anak-anak lainnya, tetapi yang membedakan sebelum melakukan proses
belajar disekolah ini melakukan kegiatan seperti shalat dhuha dan morning
activity. Dalam pemberian soal dikelas materinya sama namun tingkat kesulitan
berbeda-beda sesuai dengan kemampuan si anak. Pada umumnya sekolah reguler yang
lebih ditonjolkan yaitu akademiknya, sedangkan di sekolah ini lebih
mengutamakan sosial emosi, jadi akademik dan nonakademik juga di terapkan.
Dalam menumbuhkan kepercayaan diri
anak yang memiliki kebutuhan khusus, guru memberikan motivasi berupa ucapan dan
membimbing agar si anak merasa tidak dibedakan.
Kurikulum yang digunakan di sekolah
SD peradaban yaitu menggunakan kurikulum KTSP, kompetensi dasar sekolah Regular
sudah ada panduannya, sedangkan inklusi mengambil beberapa KD ”Kompetensi
Dasar” dan indikator diperbanyak sesuai
kemampuan. Kurikulumnya sama tetapi disesuaikan kemampuan siswa.
Jadi proses pembelajaran tidak
hanya di dalam kelas tetapi lebih diluar kelas seperti mengamati lansung.
Kriteria yang harus dimiliki guru
yaitu ikhlas, sabar, berwawasan luas, berprofesional, ramah.Lamanya masa belajar
di SD Peradaban sama saja dengan sekolah Reguler lainnya.